Trilogi Emas SMA Negeri 1 Raijua: Tiga Tahun Merajut Puisi, Menatah Prestasi
RAIJUA, Rai Juara – Angin pesisir Raijua kembali membawa kabar harum yang dipahat lewat bait-bait kata. SMA Negeri 1 Raijua sukses menancapkan taringnya di panggung literasi dengan mencetak hattrick kemenangan yang gemilang. Selama tiga tahun berturut-turut (2024–2026), sekolah ini tak henti-hentinya melahirkan pujangga muda dan orator estetik yang mendominasi podium juara cipta dan baca puisi.
Di balik layar keindahan bait-bait yang tercipta dan lantang suara yang menggema, ada tangan dingin Della Sofimaya Tarru Bangngu. Sang guru pembimbing yang dengan sabar menenun bakat para siswa, mengubah keresahan menjadi karya, dan mengasah rima hingga berbuah piala. Goresan Pena yang Abadi: Cipta Puisi (2024–2026)
Dalam kategori Cipta Puisi, SMAN 1 Raijua tak tergoyahkan di puncak tertinggi. Tiga tahun, tiga nama, satu tradisi juara:
* Tahun 2024 (Bunga Biha): Menjadi pembuka gerbang kejayaan. Lewat jemarinya, untaian kata pertama dirajut, melahirkan mahkota juara yang menyalakan api semangat bagi generasi penerus.
* Tahun 2025 (Horsiana Pidi): Melanjutkan estafet emas. Menggoreskan tinta yang lebih tajam, memastikan bahwa takhta juara tetap enggan beranjak dari bumi Raijua.
* Tahun 2026 (Mayati Djara Djami): Pengunci trilogi yang sempurna. Di tahun ini, Mayati berhasil menggenapi kemenangan manis tiga tahun berturut-turut, membuktikan bahwa kreativitas di sekolah ini tidak pernah kering. Suara yang Menggetarkan Jiwa: Baca Puisi (2024–2026)
Tidak hanya lihai dalam merajut kata dalam selembar kertas, para siswa SMAN 1 Raijua juga mahir dalam menghidupkannya di atas panggung. Kategori Baca Puisi turut menyumbang rentetan prestasi yang menggetarkan hati para juri:
* Tahun 2024 (Jeslin Buru Pau): Memukau panggung dengan artikulasi dan penghayatan yang mendalam, berhasil mengamankan gelar Juara 2.
* Tahun 2025 (Juwitha Here): Suara lantangnya kembali bergema, mempertahankan posisi Juara 2 dengan performa yang penuh karisma.
* Tahun 2026 (Murni Lado Dju): Menutup rangkaian tiga tahun prestasi lewat penjiwaan yang magis, sukses membawa pulang predikat Juara 3
"Puisi bukan sekadar deretan kata di atas kertas, ia adalah jiwa yang diberi suara. Kemenangan tiga tahun berturut-turut ini adalah bukti bahwa anak-anak Raijua memiliki kedalaman rasa dan mental petarung yang luar biasa."
Della Sofimaya Tarru Bangngu, Pembimbing.
Dengan pencapaian luar biasa ini, SMA Negeri 1 Raijua bukan lagi sekadar peserta dalam panggung seni, melainkan kiblat literasi yang patut diperhitungkan. Tradisi ini diharapkan akan terus mengalir, melahirkan penyair-penyair baru yang siap mewarnai dunia dengan indahnya sastra.
Selamat untuk SMA Negeri 1 Raijua! Teruslah berkarya dan menginspirasi!
-133x100.webp)